UNBAJA MENANGKAP PELUANG KULIAH DAN BEKERJA, PROGRAM KEMENTERIAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA

Rektor Universitas Banten Jaya (UNBAJA) Prof. Dr. Dadang Herli Saputra, S.IP., SH., SS., MH., M.Si., M.Kn, akan menangkap peluang kerjasama dengan Kementerian Pekerja Migran Indonesia untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap bekerja diluar negeri. Disamping menyiapkan SDM yang handal, UNBAJA juga akan meyiapkan pengembangan sebagai kampus dengan program kuliah bagi para pekerja .  

Peluang kerjasama tersebuat sejalan program pemerintah untuk mengisi bonus demografi  yang mana ada peluang bekerja sebanyak 350 ribuan lowongan resmi setiap tahun di luar negeri. Target Presiden Probowo tahun 2026 Indonesia harus berhasil tempatkan 500 ribu Pekerja Migran yang berkualitas dan memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan negara tujuan.

Pada pembahasan dengan Mitra MSS tersebut, Rektor didampingi oleh Kabiro 3, Dekan FEBIS, Ketua LPPM, BKK UNBAJA, dilaksanakan pada hari Selasa 31 Maret 2026 di ruang Fakultas Ekonomi Bisnis UNBAJA.

Menyesuaikan Kurikulum Kompetensi SDM

Dengan kebutuhan pasar kerja, peningkatan kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi dan keterampilan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dapat dilakukan dengan kurikulum yang relevan agar sejalan dengan tren dan kebutuhan pekerja. Berkolaborasi dengan pemangku kepentingan agar dapat membangun hubungan erat akan membantu memahami kebutuhan pasar tenaga kerja.

Pengembangan keterampilan Selain kompetensi teknis, juga perlu dibekali dengan keterampilan seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan kreativitas. Keterampilan ini akan sangat berharga didunia kerja. Dengan menerapkan pembelajaran berbasis kompetensi dapat mengembangkan kemampuan calon tenaga kerja dalam menyelesaikan masalah dunia nyata. Ini akan mempersiapkan mereka dengan lebih baik untuk tantangan yang akan mereka hadapi di tempat kerja. 

Related posts