UNBAJA Dorong Pemberdayaan Masyarakat Pulau Cangkir melalui Energi Terbarukan, UMKM dan Akses Hukum

PKM UNBAJA Pulau Cangkir
Pengabdian Kepada Masyarakat

Dosen UNBAJA Gelar PKM di Pulau Cangkir, Dorong Energi Terbarukan, UMKM dan Edukasi Hukum Masyarakat

Dosen Universitas Banten Jaya (UNBAJA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Pulau Cangkir melalui Inovasi Energi Terbarukan, UMKM dan Akses Hukum” yang berlangsung di kawasan Pulau Cangkir, Kecamatan Kronjo pada 13 Mei 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua MAPUCA H. Makdis Adhari, Ketua LPPM UNBAJA Alamsyah Basri, Ketua Koordinasi Penelitian dan Pengabdian Telly Rosdiyani, Kabiro I Akademik Sutanto, serta 60 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan masyarakat Desa Kronjo.

Kegiatan PKM secara resmi dilepas oleh Rektor Universitas Banten Jaya, Dadang Herli Saputra. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui edukasi, inovasi, dan pendampingan berkelanjutan.

Pada acara pembukaan, Ketua LPPM UNBAJA Alamsyah Basri menyampaikan bahwa kegiatan PKM di Pulau Cangkir menjadi bentuk nyata komitmen kampus dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat.

Sementara itu, Kabiro I Akademik Sutanto menjelaskan bahwa kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan bagian penting dalam memperkuat sinergi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat guna meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua MAPUNCA, H. Makdis Adhari, turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Universitas Banten Jaya atas terselenggaranya kegiatan PKM di Pulau Cangkir. Ia berharap sinergi terus terjalin dalam mendukung pengembangan wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi, UMKM, dan edukasi hukum.

Dalam rangkaian kegiatan, dosen Teknik Industri Wawan Gunawan memaparkan materi mengenai pengenalan dan pemanfaatan solar panel atau panel surya sebagai energi terbarukan. Materi tersebut menjelaskan bahwa energi surya dapat menjadi alternatif energi ramah lingkungan yang berpotensi dikembangkan masyarakat pesisir untuk mendukung kebutuhan listrik secara mandiri dan berkelanjutan.

Selanjutnya, dosen Manajemen Retail Asih Kurnianingsih memberikan materi mengenai pengembangan UMKM dan pembuatan perusahaan personal. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha serta strategi membangun usaha yang profesional dan berdaya saing.

Pada sesi berikutnya, Anton Aulawi menyampaikan sosialisasi mengenai akses bantuan hukum bagi masyarakat. Dalam pemaparannya dijelaskan syarat penerima bantuan hukum, mulai dari pengajuan permohonan hingga kelengkapan dokumen dan surat keterangan tidak mampu.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik Teknologi Tepat Guna (TTG), diskusi interaktif bersama peserta, serta mencicipi berbagai olahan berbahan dasar mangrove yang menjadi salah satu potensi lokal masyarakat Pulau Cangkir.

Suasana kegiatan berlangsung antusias dan penuh interaksi antara narasumber, mahasiswa, dan masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, Universitas Banten Jaya berharap masyarakat Pulau Cangkir dapat semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi daerah melalui pemanfaatan energi terbarukan, penguatan UMKM, serta peningkatan kesadaran hukum demi terciptanya masyarakat yang mandiri dan berdaya saing. (TR)

Related posts