Obrolan Santai Bernuansa Strategis, UNBAJA dan Komisi III DPRD Kota Serang Bahas Sinergi Pendidikan dan Pembangunan

Pertemuan Santai UNBAJA dan DPRD Kota Serang Bahas Kolaborasi Strategis Pembangunan Daerah

Kota Serang

Suasana hangat penuh keakraban mewarnai pertemuan santai antara Universitas Banten Jaya (UNBAJA) dan Komisi III DPRD Kota Serang. Meski dikemas dalam obrolan ringan, diskusi tersebut mengalir pada sejumlah isu strategis terkait penguatan peran pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Asih Kurnianingsih selaku Kepala Biro III Bidang Humas, Kerja Sama, dan Kemahasiswaan UNBAJA menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang lebih erat antara kampus dan pemerintah daerah.

“Obrolan santai seperti ini justru menjadi ruang yang sangat efektif untuk bertukar gagasan secara terbuka. Kami melihat banyak peluang kolaborasi, terutama dalam melibatkan mahasiswa pada program-program pembangunan yang berbasis kebutuhan masyarakat.”

Asih Kurnianingsih

UNBAJA juga menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra strategis dalam mendukung program pemerintah daerah, baik melalui kegiatan pengabdian masyarakat, riset terapan, maupun penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Serang, Heni Sulastri, menyambut positif inisiatif tersebut dan menilai keterlibatan perguruan tinggi sangat penting dalam memberikan perspektif akademik terhadap kebijakan pembangunan.

“Kami sangat terbuka untuk kolaborasi dengan dunia kampus. Mahasiswa memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. Dengan sinergi yang tepat, program-program pembangunan bisa lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.”

Heni Sulastri

Ia juga menyoroti pentingnya peran kampus dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi, lingkungan, dan infrastruktur yang menjadi fokus Komisi III.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat komunikasi dan kerja sama antara UNBAJA dan DPRD Kota Serang. Dengan pendekatan yang lebih humanis dan komunikatif, kedua pihak optimistis dapat menciptakan kolaborasi yang tidak hanya formal, tetapi juga adaptif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat.

Related posts