Akademisi UNBAJA Turut Andil dalam Inisiatif ISEI dan BI Terapkan Model Ekonomi Global GTAP

Purwokerto, 6 April 2026 — Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyelenggarakan Workshop Aplikasi Model Global Trade Analysis Project (GTAP) untuk Analisis Kebijakan di Gedung Laboratorium Terpadu Lantai 6, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi kebijakan ekonomi nasional yang berbasis data, riset, dan model kuantitatif di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.

Workshop secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Wiwiek Rabiatul Adawiyah, M.Sc., Dekan FEB Universitas Jenderal Soedirman sekaligus Ketua ISEI Cabang Purwokerto. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi, otoritas kebijakan, dan komunitas riset dalam menghasilkan kebijakan ekonomi yang presisi, adaptif, dan berbasis bukti (evidence-based policymaking). Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam merespons tantangan ekonomi global yang terus berkembang.

Kegiatan ini juga menghadirkan welcome remarks dari Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Christoveny, S.E., M.M., CA., yang menekankan komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat kapasitas analisis kebijakan berbasis model kuantitatif. Ia menyampaikan bahwa peningkatan kualitas kebijakan berbasis bukti merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Workshop diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari akademisi, peneliti, analis kebijakan pemerintah, serta perwakilan lembaga think tank. Salah satu peserta yang turut berperan aktif adalah Sev Rahmiyanti, S.E., Ak., M. Ak dosen Universitas Banten Jaya sekaligus pengurus ISEI Banten. Keikutsertaannya mencerminkan kontribusi nyata akademisi daerah dalam memperkuat kualitas kebijakan ekonomi berbasis pendekatan ilmiah dan kuantitatif.

Sev Rahmiyanti, S.E., Ak., M. Ak menyampaikan bahwa “pelatihan ini memberikan wawasan yang komprehensif terkait penggunaan model GTAP sebagai alat analisis kebijakan ekonomi global. Model ini memungkinkan simulasi dampak kebijakan lintas sektor dan wilayah secara simultan, sehingga dapat membantu perumus kebijakan dalam mengambil keputusan yang lebih terukur, sistematis, dan berbasis data”.

Materi workshop disampaikan oleh para narasumber ahli, di antaranya Prof. Dr. Sahara yang menekankan peran model GTAP sebagai instrumen strategis dalam menganalisis dampak kebijakan ekonomi secara komprehensif melalui pendekatan Computable General Equilibrium (CGE). Selain itu, Syarifah Amaliah, M.Sc. menyoroti pentingnya penguasaan struktur data GTAP sebagai fondasi utama dalam menghasilkan simulasi kebijakan yang kredibel dan dapat diandalkan.

Melalui pendekatan yang mengintegrasikan pemahaman konseptual dan praktik langsung, peserta dibekali keterampilan dalam mengolah data, menjalankan simulasi kebijakan, serta menginterpretasikan hasil analisis ke dalam policy brief yang aplikatif dan implementatif. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong transformasi proses perumusan kebijakan ekonomi menuju sistem yang lebih berbasis analisis kuantitatif dan bukti empiris.

Related posts